Sekilas tentang Penerbit Pustaka Al-Kautsar (lanjutan)

2. Pustaka Al-Kautsar Berbicara Tanpa Ilmu

Catatan kedua tentang Penerbit Pustaka Al-Kautsar yang dapat kami sajikan dalam kesempatan yang sangat singkat ini adalah sikap sok tahu dan berbicara tanpa ilmu yang menunjukkan bahwa Pustaka Al-Kautsar jauh dari bimbingan ilmu AI-Qur'an dan As-Sunnah berdasarkan pemahaman Salaful Ummah. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

Katakanlah: "Rabbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) untuk berkata atas nama Allah sesuatu yang kalian tidak mengetahuinya." [Al-A'raf: 33]

Allah juga berfirman:

"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai ilmu tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya."

Catatan ini bersumber dari penyataannya bahwa kelompok Khawarij adalah aliran garis keras yang bisa dibilang sudah punah. Perkataan ini diucapkan dalam pengantarnya terhadap buku STSK pada halaman xiii:
"Bukan Ahlu Sunnah Wal Jama'ah, namun berakidah Khawarij (aliran garis keras yang bisa dibilang sudah punah)."
[cetak tebal dari kami]

Tanpa menyebutkan referensi apapun atau pernyataan seorang 'ulama pun Pustaka Al-Kautsar dengan ringan dan tanpa tanggung jawab mengucapkan ucapan tersebut.

Bagaimana bisa dikatakan kelompok Khawarij sudah punah, sementara dalam hadits yang diriwayatkan dari shahabat Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhuma bahwa Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

"Akan muncul sekelompok pemuda yang (pandai) membaca Al-Qur'an namun bacaan tersebut tidak melewati kerongkongannya. Setiap kali muncul sekelompok dari mereka pasti tertumpas." Ibnu 'Umar berkata: 'Saya mendengar Rasulullah mengulang kalimat: "Setiap kali muncul sekelompok dari mereka pasti tertumpas" lebih dari 20 x.' Kemudian beliau berkata: "Hingga muncullah Ad-Dajjal dalam barisan pasukan mereka." [HR. Ibnu Majah] 6)

Lebih tegas lagi Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang khawarij, dalam hadits lain yang diriwayatkan dari shahabat Abu Barzah Al-Aslami radhiyallahu 'anhu, dengan lafazh:

"Dan mereka pasti akan terus muncul hingga munculnya generasi akhir mereka. Jika kalian mendapati mereka, maka bunuhlah." (Beliau ucapkan kalimat ini sebanyak tiga kali). [HR. Al-Hakim (II/146)]

dan terdapat lafazh tambahan pada hadits ini:

".. .hingga munculnya kelompok terakhir dari mereka (kaum khawarij ini) bersama AI-Masih Ad-Dajjal." 7)

Dari keterangan hadits-hadits di atas, nampak jelas pada kita bahwa kelompok Khawarij senantiasa ada dan terus muncul hingga akhir zaman nanti, kelompok terakhir mereka akan muncul bersama Al Masih Ad-Dajjal menjelang datangnya Hari Kiamat. Untuk menegaskan hal ini, Asy-Syaikh Al-'Allamah Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah meletakkan bab khusus dalam kitabnya yang sangat istimewa Silsilatul Ahaditsish Shahihah ketika menghasankan hadits Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhuma di atas dengan judul bab: yang artinya: "Kesinambungan Munculnya Kelompok Khawarij."

Hal ini berbeda dengan penegasan Pustaka Al-Kautsar, bahwa Khawarij merupakan aliran garis keras yang bisa dibilang sudah punah. Anehnya kesalahan fatal ini didiamkan begitu saja oleh saudara Abduh ZA! Sekaligus ini sebagai salah satu bukti --dari sekian bukti yang akan datang-- yang menunjukkan tentang ketidakilmiahan buku "Siapa Teroris? Siapa Khawarij?"

Asy-Syaikh Al-'Allamah ’Abdul Muhsin bin Nashir Al-'Ubaikan hafizhahullah menegaskan dalam sebuah makalahnya 8) yang beliau sampaikan dalam acara Daurah (Kajian Intensif) bersama Asy-Syaikh Al-'Allamah Shalih As-Sadlan hafizhahullah dan Asy-Syaikh Al-Faqih Shalih Alusy-Syaikh hafizhahullah 9) :

"Dan telah disebutkan dalam sebuah hadits bahwa kaum khawarij tersebut tidaklah muncul hanya pada satu waktu tertentu saja. Bahkan mereka akan terus muncul dalam zaman yang banyak sekali, hingga munculnya mereka bersama dengan munculnya Al-Masih Ad-Dajjal." 10) Kemudian beliau menyebutkan hadits Abu Barzah Al-Aslami di atas.

______________________________

6). HR. Ibnu Majah 173, dari Ibnu 'Umar radhiyallahu ’anhuma. Dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah 2455.

7). Sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (hadits no. 37917); Ahmad (IV/424); Al-Bazzar (IX/294, 305); An-Nasa'i di dalam kitabnya As-Sunanul Kubra. (hadits no. 3566), kemudian di dalam kitab beliau Al-Mujtaba (hadits no. 414); Ar Ruyani (hadits no. 766). Al-Hakim menyatakan: "Hadits ini adalah hadits yang shahih sesuai dengan persyaratan Al-Imam Muslim." Al-Imam Al-Haitsami dalam kitabnya Majma'uz Zawa'id berkata: "Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad dan seorang rawi yang bernama Al-Azraq bin Qais telah dinyatakan sebagai seorang yang tsiqah oleh Ibnu Hibban, adapun perawi-perawi yang lainnya adalah para perawi hadits dalam (kitab) Ash-Shahih.

Namun hadits ini dinyatakan lemah oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah sebagaimana dalam kitabnya Dha'if Sunan An-Nasa’i no. 4114. Nampaknya kelemahan ini disebabkan oleh seorang rawi yang bernama Syarik bin Syihab, sebagaimana telah dijelaskan oleh Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah dalam kitab Tatabbu'-nya terhadap kitab Mustadrak Al-Hakim (11/175) hadits no. 2704 dalam Kitab Qitalu Ahlil Baghi wa huwa Akhirul Jihad.

8). Makalah beliau berjudul Al-Khawarij wal Fikrul Mutajaddid.

9). Saat ini beliau menjabat sebagai Menteri Agama Kerajaan Saudi 'Arabia.

10). Al-Khawarij wal Fikrul Mutajaddid, hal. 17.

(Dari : Menebar Dusta Membela Teroris Khawarij Bantahan Terhadap Buku: Siapa Teroris? Siapa Khawarij? (Abduh Zulfidar Akaha); Hal: 66-70; Penulis: Luqman Bin Muhammad Ba'abduh, HP. 081559532868; Cetakan Pertama : Rabi'ul Awwal 1428 H/ April 2007 M; Penerbit: Pustaka Qaulan Sadida Perum Villa Bukit Tidar Blok A-1/401 Malang Telp (0342) 7062995 HP. 334995694)

0 komentar: